SIDOARJO, Mitra24Jam.Info -
Wakil Gubernur Jawa Timur sekaligus Kepala Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, meluruskan kabar terkait dugaan penyebab keracunan massal yang menimpa ratusan santri dan siswa di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.
Emil membantah spekulasi yang menyebut para korban mengalami keracunan akibat mengonsumsi makanan dari acara peringatan Maulid Nabi di lingkungan pondok pesantren. "Mengenai makanan yang mana, ada Maulid di pondok pesantren? Enggak, tidak ada makanan lain yang disuguhkan secara massal. Ya kalau jajan sendiri-sendiri lain cerita, tapi secara massal tidak ada," ujar Emil di Sidoarjo, Rabu (2/9/2026).
Emil menegaskan, berdasarkan data dan investigasi awal, kasus keracunan ini tidak hanya dialami oleh santri Pondok Pesantren (Ponpes) Manba’ul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin. Sejumlah siswa dari sekolah lain di wilayah operasional yang sama juga dilaporkan mengalami gejala serupa.
Persamaan dari seluruh korban adalah sama-sama mengonsumsi menu MBG yang didistribusikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin. "Memang juga ada data yang menunjukkan selain dari pondok pesantren Manba’ul Hikam, ada juga dari sekolah-sekolah lain itu juga mengalami keluhan. Jadi kesamaannya adalah konsumsi dari SPPG yang sama, SPPG Kalitengah, Tanggulangin," jelas Emil.
Dapur SPPG Kalitengah Salurkan 2.800
Porsi Pada hari kejadian, Selasa (1/9/2026), SPPG Kalitengah tercatat mendistribusikan sebanyak 2.800 porsi menu MBG. Makanan tersebut disalurkan kepada para siswa lintas jenjang pendidikan, mulai dari tingkat TK, SD swasta, SMP, hingga SMA swasta.
Adapun rincian menu MBG yang disajikan meliputi nasi putih, telur orak-arik, tempe bumbu bali, tumis buncis baby corn, serta buah apel. Usai menyantap makanan tersebut, para siswa dan santri mulai mengeluhkan sakit kepala, mual, hingga lemas pada Selasa malam setelah waktu Maghrib.
Guna memastikan kondisi seluruh penerima manfaat, Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan langkah jemput bola dengan menyisir seluruh sekolah penerima pasokan MBG dari SPPG Kalitengah.
"Ada daftar sekolahnya, nanti dari Bu Kadinkes bisa menyampaikan kepada teman-teman. Ada SMA swasta, ada juga SMP, SD swasta juga ya, TK juga ada," kata Emil. "Kita akan cek di sekolah-sekolah itu, ada yang absen enggak? Kalau ada yang absen enggak masuk, alasan sakit ataupun apa, kita akan jemput bola tuh.
Karena khawatirnya belum tertangani dengan optimal kalau pengobatan mandiri," imbuhnya. Atas insiden ini, Badan Gizi Nasional (BGN) telah menghentikan sementara operasional dapur SPPG Kalitengah untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
431 Orang Dirawat, Pastikan Tak Ada Korban Meninggal Secara keseluruhan, terdapat sekitar 1.000 santri Ponpes Manba’ul Hikam yang menerima dan mengonsumsi paket MBG pada hari tersebut. Hingga Rabu (2/9/2026), tercatat sebanyak 431 santri dan santriwati mendapatkan perawatan medis intensif di sejumlah fasilitas kesehatan.
Beberapa rumah sakit yang menjadi rujukan penanganan korban antara lain RS Notopuro, RS Delta Surya, RS Siti Hajar, RS Pusura, RSU Aisyiyah St Fatimah Tulangan, RS Pusdik Bhayangkara, serta RS Arafah Anwar Medika.
Selain meluruskan isu makanan Maulid Nabi, Emil Dardak juga membantah keras rumor yang beredar di media sosial mengenai adanya korban meninggal dunia dalam peristiwa ini. "Tolong juga tadi ada kabar mohon maaf meninggal, itu tidak betul. Tidak ada yang meninggal. Tidak betul, tidak ada yang meninggal," tegas Emil.
Ia memastikan penanganan medis berjalan optimal. Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo telah mendirikan posko kesehatan di area pesantren, sementara seluruh fasilitas kesehatan tetap disiagakan.
Sejumlah santri yang kondisi kesehatannya telah membaik dan stabil secara bertahap sudah diperbolehkan pulang untuk menjalani rawat jalan di rumah maupun di asrama pesantren. "Insya Allah sudah ada yang bisa dipulangkan. Banyak yang bisa dipulangkan. Tadi kita lihat ada velbed yang sudah mulai dilipat karena sudah dipulangkan," pungkasnya.
Sumber: Kompas.com



