PALANGKA RAYA, Mitra24Jam.info -
Tiga peristiwa kebakaran terjadi di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, dalam kurun waktu dua hari, Selasa (11/8/2026) hingga Rabu (12/8/2026). Kebakaran terjadi di sejumlah lokasi dengan kondisi berbeda, mulai dari permukiman warga, gedung kosong, hingga kompleks Kantor Gubernur Kalimantan Tengah.
Peristiwa di Jalan Mendawai I, Kelurahan Palangka, Kecamatan Jekan Raya, menjadi yang paling memilukan. Dua balita meninggal dunia setelah terjebak dalam kebakaran rumah. Sementara itu, kebakaran di kompleks Kantor Gubernur Kalteng menyebabkan satu gedung perkantoran terdampak dan aktivitas pegawai terganggu.
Adapun kebakaran gedung eks Kantor Dayak Post di Jalan RA Kartini, Kelurahan Langkai, Kecamatan Pahandut, masih dalam penanganan aparat setelah seorang pria dibawa ke polisi untuk diperiksa.
Kebakaran Kantor Gubernur Kalteng
Kebakaran terjadi di kompleks Kantor Gubernur Kalteng pada Rabu dini hari. Gedung yang terdampak merupakan kantor Biro Administrasi Kesejahteraan Rakyat dan Kemasyarakatan serta Biro Ekonomi Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Palangka Raya, Ninu Ludjen, mengatakan laporan kebakaran diterima melalui layanan darurat 112 pada pukul 02.43 WIB.
Petugas tiba sekitar 10 menit setelah laporan diterima dan langsung melakukan pemadaman. "Setelah sampai di tempat tujuan, kami melakukan tindakan pemadaman lebih kurang satu jam. Sampai pukul 04.00 WIB api sudah dapat dikendalikan," kata Ninu, dikutip dari Tribun Kaltim, Rabu (12/8/2026).
Petugas kemudian melakukan pendinginan karena masih terdapat banyak material yang mudah terbakar di dalam gedung, seperti peralatan elektronik berbahan plastik, kertas, dan tumpukan kain.
Dalam penanganan itu, dua unit mobil pemadam dikerahkan. Petugas juga mendapat dukungan berulang kali untuk memasok kebutuhan pemadaman. Kebakaran disebut hanya terjadi pada satu gedung dari sejumlah bangunan di kompleks Kantor Gubernur Kalteng.
Bagian lantai dua terbakar penuh, sedangkan lantai satu terdampak akibat proses pemadaman. Para pegawai yang datang bekerja pada Rabu pagi pun belum dapat menggunakan ruangan mereka dan masih menunggu arahan mengenai lokasi kerja sementara. Sementara itu, penyebab kebakaran belum dapat dipastikan karena masih akan diselidiki oleh tim yang berwenang.
Gedung Eks Dayak Post Terbakar
Pada Rabu sore, kebakaran kembali terjadi di bangunan tua eks Kantor Dayak Post di Jalan RA Kartini, tepatnya di belakang Stadion Sanaman Mantikei. Api dilaporkan sudah cukup besar ketika petugas tiba di lokasi. Kepala Bidang Pemadaman Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Palangka Raya, Alfrianto, mengatakan api diduga berasal dari bagian tengah bangunan.
Namun, informasi tersebut masih perlu didalami. Proses pemadaman juga sempat terkendala karena jaringan listrik di bangunan tersebut masih menyala. "Tadi jaringan listrik masih hidup, jadi kita harus mengamankan listrik terlebih dahulu," jelas Alfrianto.
Setelah sekitar 45 menit operasi pemadaman, api mulai terkendali dan petugas melanjutkan proses pendinginan. Terkait dugaan bangunan tersebut sengaja dibakar, polisi membawa seorang pria untuk diperiksa di Mapolsek Pahandut.
Kapolsek Pahandut AKP Iyudi Hartanto mengatakan identitas pria tersebut belum diketahui. Berdasarkan video yang beredar, pria itu diperkirakan berusia sekitar 40-50 tahun. "Masih dilakukan pemeriksaan oleh anggota," ujar Iyudi.
Dua Balita Tewas dalam Kebakaran Rumah
Sehari sebelumnya, kebakaran melanda permukiman di Jalan Mendawai I, RT 4, RW 4, Kelurahan Palangka, Kecamatan Jekan Raya. Kebakaran tersebut menewaskan dua balita, Nayla (4) dan Kayla (2). Saat kebakaran terjadi, ibu korban berada di rumah bersama kedua anaknya dan seorang bayi berusia lima bulan. Ayah korban sedang bekerja.
Ibu korban terlebih dahulu menyelamatkan bayi berusia lima bulan. Namun, ketika hendak kembali masuk untuk mengevakuasi dua anak lainnya, api sudah mengepung rumah. Sang ibu mengalami luka bakar dan kemudian menjalani perawatan di RSUD Doris Sylvanus Palangka Raya.
Seorang warga, Mulyadi (44), juga sempat membantu menyelamatkan bayi tersebut. Ia menemukan bayi berusia lima bulan berada di jembatan kayu kecil di depan rumah.
Mulyadi kemudian menggendong bayi itu ke tempat yang lebih aman sebelum menyerahkannya kembali kepada sang ibu. Kebakaran tersebut berdampak pada lima kepala keluarga dan empat bangunan. Dua rumah serta satu rumah yang dijadikan barak dilaporkan rata dengan tanah.
Petugas menduga kebakaran berkaitan dengan instalasi listrik yang tidak standar. Kasi Investigasi DPKP Palangka Raya Setny Kristianti mengatakan petugas telah meminta keterangan ayah kedua korban. "Setelah kita telusuri kembali, sudah kita tanyakan juga dengan sumbernya ternyata selama ini mereka menggunakan instalasi listrik yang tidak standar," katanya.
Menurut dia, rumah yang menjadi sumber api menggunakan kabel dan stop kontak tidak standar. Kondisi musim kemarau juga disebut membuat api cepat menyebar.
Sumber: Kompas.com



