![]() |
| Caption : Stop Union Busting dan Intimidasi |
Paser, Mitra24jam.info -
Puluhan buruh kelapa sawit melakukan aksi damai di kantor Central PT. Bumi Mulia Makmur Lestari ( PT.BMML ), Rabu (12/8 /2026 ) di Desa muara komam kabupaten Paser, Kalimantan Timur, aksi damai di lakukan buruh karena merasa upah premi mereka di potong di sepihak oleh menegemen
Ketua Dewan Pimpinan Cabang Federasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesi (DPC FSBSI) Kab.Paser Indra menyampaikan kepada awak media mitra24jam.info, Rabu (12/8) aksi damai di kantor central PT.BMML pagi tadi jam 8.30 Wita bagian dari upaya Advokasi atas hak hak buruh yang ada dalam naungan FSBSI.
" Awalnya berjalan damai dan kondusif, aksi damai di dampingi DPC FSBSI Kab.Paser untuk menanyakan alasan pemotongan, namun pihak menejemen tidak mau memberikan tanggapan, aksi berubah ricuh dan hampir adu fisik karena adanya arogansi dari pihak perusahaan". ujar nya.
Karena tidak ada penyelesaian dari menegen perusahaan, pengurus DPC FSBSI dan Wakil Ketua PUK PT. BMML Mikail Mori di temani 30 karyawan resmi melaporkan pihak menegemen perusahaan, Jam 14.00 Wita ke Polres Kab.Paser,
"Adapun laporan kami karena adanya intimidasi kepada dirinya dan anggotanya dan indikasi pengelapan". terang Indra.
Lebih lanjut ia mengatakan sudah ada 4 laporan kami yang masuk ke polres terkait Union Busting dan prilaku pihak menegen yang arogan, sampai hari ini belum ada tindak lanjut dari kepolisian.
Kasus pemotongan upah sempat mau di mediasi oleh pihak kepolisian namun pihak menegemen PT.BMML enggan menemui, Sambung indra.
Selain membuat Laporan, DPC FSBSI juga akan bersurat resmi Kamis (13/8), ke Dinas Tenagakerja Dan Transmigrasi ( Disnakertrans ), Provinsi Kalimantan Timur terkait hak normatif dan Union Busting serta intimidasi yang di alami karyawan dan terus mengawal laporan di Polres serta bersurat ke DPRD Kab.Paser , setelah melengkapi berkas laporan Jam 17.30 meninggalkan Polres, lanjut Indra.
" Karenanya kami terus mengawal laporan in baik di Polres Paser maupuan di Disnaker dan kami terus berjuang untuk kesejehteran buruh, pungkas Indra mengakhiri.
( A.Latif *** )




