JAKARTA, Mitra24jam.info -
Polisi mengungkap perkembangan penyelidikan terkait kematian pria berinisial AC (56) yang ditemukan tewas tergeletak di parkiran sebuah minimarket di kawasan Kembangan, Jakarta Barat.
Dari hasil autopsi sementara, polisi menduga AC memiliki riwayat penyakit jantung dan pernah menjalani pemasangan ring. Namun, polisi masih mendalami peristiwa cekcok yang terjadi antara AC dan seorang pria sesaat sebelum korban tiba-tiba ambruk.
Kapolsek Kembangan Kompol Nur Aqsha mengatakan, hasil autopsi sementara menunjukkan adanya dugaan penyakit jantung pada korban.
"Jadi ini kan kita masih nunggu hasil autopsinya. Tapi dari autopsi sementara, memang ada dugaan si korban ini punya riwayat penyakit jantung. Sudah pasang ring," kata Nur Aqsha kepada Kompas.com melalui sambungan telepon, Selasa (6/10/2026).
Sempat Cekcok Sebelum Ambruk Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (4/10/2026) malam. Polisi menerima laporan dari masyarakat sekitar pukul 21.30 WIB mengenai seorang pria yang tergeletak di depan sebuah minimarket di wilayah Kembangan Utara.
Petugas kemudian mendatangi lokasi dan mendapati AC sudah dalam kondisi tidak bernyawa. Sebelum ditemukan meninggal, AC diketahui datang seorang diri ke lokasi. Tidak lama kemudian, seorang pria mendatangi AC hingga keduanya terlibat percekcokan. Dua orang saksi yang merupakan tukang parkir kemudian melerai keduanya.
"Karena memang sebelumnya mungkin dia sempat cekcok, ya. Jadi menurut keterangan dari saksi ada cekcok atau perkelahian, tapi setelah itu dilerai," ujar Nur Aqsha. Setelah keributan dilerai, kondisi AC masih terlihat normal.
Ia masih berdiri dan kemudian berjalan menuju sepeda motornya yang terparkir di lokasi. "Setelah dilerai, saksi pun melihat korban ini masih berdiri. Masih enggak kenapa-kenapa istilahnya, ya. Cuma pas berjalan ke motor, tiba-tiba korban jatuh," ungkapnya.
Ambruk Saat Menuju Motor Setelah cekcok berakhir, kedua pria tersebut membubarkan diri. AC kemudian berjalan menuju sepeda motornya. Namun, setelah berada di dekat motornya, AC tiba-tiba jatuh dan tergeletak di halaman parkir minimarket.
"Setelah sampai motornya, tidak lama sekitar mungkin lima menit, tiba-tiba korban ini terjatuh dan tergeletak di halaman parkir salah satu minimarket tersebut," kata Nur Aqsha, Senin (5/10/2026). Polisi yang datang ke lokasi kemudian melakukan pemeriksaan awal terhadap tubuh korban.
Tak Ditemukan Luka pada Tubuh Korban Dari pemeriksaan awal, polisi tidak menemukan luka pada tubuh AC. Tidak ditemukan pula luka akibat senjata tajam maupun luka lain yang terlihat secara kasatmata. "Jadi dari hasil pengecekan pertama, tidak ditemukan adanya luka baik itu luka bekas senjata tajam maupun luka lainnya," ujar Nur Aqsha.
Untuk memastikan penyebab kematian, jenazah AC kemudian dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk menjalani autopsi. Hasil autopsi sementara kemudian menunjukkan adanya dugaan riwayat penyakit jantung pada korban.
Polisi Masih Selidiki Pria yang Cekcok dengan Korban Meski autopsi sementara mengarah pada dugaan penyakit jantung, polisi masih menyelidiki peristiwa cekcok yang terjadi sebelum AC meninggal dunia.
Polisi juga belum memastikan hubungan antara AC dengan pria yang terlibat keributan dengannya. Identitas pria tersebut hingga kini masih dalam penyelidikan. "Nah, ini masih kita dalami. Karena kan ada korban dan satu lagi saksi yang ribut ini, ya. Itu kita belum bisa pastikan, masih dalam lidik (penyelidikan)," kata Nur Aqsha.
Polisi masih mengumpulkan keterangan para saksi serta mencari petunjuk lain di lokasi kejadian untuk memastikan rangkaian peristiwa yang terjadi sebelum AC meninggal dunia. Nur Aqsha menegaskan, hingga saat ini polisi belum menyimpulkan bahwa AC meninggal akibat tindak pidana. "Jadi untuk sementara sih itu. Jadi bukan dikatakan pembunuhan, bukan," tegasnya.
Sumber: Kompas.com



