Tegal - Mitra24Jam.info -
Seorang pendaki remaja asal Sirampog, Kabupaten Brebes bernama M Fahri Maulana tewas usai terjatuh ke dalam kawah Gunung Slamet. Jenazah korban lalu dievakuasi lewat Basecamp Guci, Kabupaten Tegal. Begini kronologinya.
Senin, 17 Agustus 2026
Kepala Kantor SAR Semarang, Budiono mengatakan korban mendaki pada Senin (17/8/2026). Ia naik lewat Basecamp Sawangan Tegal.
"Korban bersama rombongan naik tanggal 17 (Agustus), untuk jam dan jumlah rombongan akan ditanyakan kembali ke pihak basecamp. Korban mendaki lewat Basecamp Sawangan Tegal," ujar Budiono saat dimintai konfirmasi detikJateng, Selasa (18/8/2026).
Lebih lanjut, Koordinator Lapangan Operasi SAR, Handika Hengky menyampaikan bahwa korban mendaki bersama sejumlah orang dalam satu rombongan.
"Ada empat pendaki, bersama rombongannya," kata Hengky.
Selasa, 18 Agustus 2026
09.00 WIB
Kepala Kantor SAR Semarang, Budiono kembali menerangkan bahwa pihaknya mendapatkan informasi korban terjatuh sekitar pukul 09.00 WIB. Laporan itu disampaikan kepada Unit Siaga SAR Pemalang.
"Siang ini Kantor SAR Semarang melalui Unit Siaga SAR Pemalang mendapatkan informasi pendaki terjatuh di kawah Gunung Slamet dari rekan di Basecamp Bosawala Sawangan," kata Budiono.
Budiono menyebut peristiwa ini bermula saat korban berada di puncak bersama rombongan. Ia tengah duduk santai di bibir kawah, namun kemudian tanahnya ambrol.
"Setelah muncak, rombongan turun tapi korban masih duduk santai di bibir kawah, tiba-tiba tanah tempat berpijak luruh ambrol membuat korban terjatuh ke kawah," ujar Budiono.
Budiono mengungkapkan bahwa korban berada di kawah dengan kedalaman antara 15-20 meter. Kondisi tubuhnya sudah tidak bergerak.
"Perkiraan survivor berada di kedalaman sekitar 15 sampai 20 meter. Informasi yang kami terima, pendaki yang melihat langsung menyampaikan survivor sudah tidak bergerak," ungkap Budiono.
Setelah mebdapat informasi tersebut, Basarnas beserta tim SAR gabungan bergerak menuju puncak Gunung Slamet. Mereka dibekali peralatan evakuasi di ketinggian serta breathing apparatus.
"Tim SAR gabungan sedang bergerak ke lokasi. Kami mengirimkan satu tim beserta peralatan evakuasi di ketinggian serta breathing apparatus (tabung oksigen) mengantisipasi adanya gas beracun di dalam kawah," ujar Budiono.
18.00 WIB
Budiono menuturkan tim asesmen atau tim aju sudah tiba di puncak Gunung Slamet sekitar pukul 18.00 WIB dan korban dipastikan sudah dalam keadaan meninggal dunia. Evakuasi korban langsung dilakukan karena kondisi di puncak masih terang.
"Korban dalam kondisi meninggal dunia," ungkap Budiono.
"Tim aju sudah tiba di puncak Gunung Slamet sekitar pukul 18.00 WIB. Mengingat situasi masih cukup terang, tim segera melakukan evakuasi," ujarnya.
Budiono menuturkan proses evakuasi memakan waktu kurang dari satu jam setelah tim SAR turun ke kawah.
"Alhamdulillah tidak ada satu jam korban sudah berhasil dikeluarkan dari dasar kawah," jelas Budiono.
Usai jenazah korban diangkat dari dalam kawah, Budiono menjelaskan bahwa Tim SAR Gabungan memutuskan untuk membawa turun korban ke Basecamp Permadi Guci.
"Korban saat ini masih dibawa tim SAR menuju pos pendakian jalur Guci, tepatnya dibawa ke Basecamp Permadi Guci," kata Budiono.
Budiono menjelaskan alasan korban tidak diturunkan melalui jalur awal pendakian korban, yakni di Basecamp Sawangan, Kabupaten Tegal, karena akses jalur turun lewat Basecamp Guci dinilai lebih mudah.
"Dipilihnya melalui Basecamp Permadi Guci Tegal, bukan melalui Basecamp Bosapala Sawangan yang merupakan jalur awal korban mendaki, karena akses yang lebih mudah," terang Budiono.
Rabu, 19 Agustus 2026
02.15 WIB
Budiono menuturkan Tim SAR Gabungan berhasil membawa turun jenazah korban. Mereka tiba di Basecamp Permadi Guci, Kabupaten Tegal pada Rabu (19/8/2026) dini hari.
"Alhamdulillah seluruh Proses evakuasi berjalan lancar, jenazah korban sudah tiba tadi di Basecamp Permadi pukul 02.15 WIB," kata Budiono dalam keterangan tertulisnya, Rabu (19/8/2026).
Budi mengungkapkan setelah tim SAR gabungan berhasil membava turun korban ke basecamp, jenazahnya lalu dibawa ke puskesmas sebelum diserahkan kepada keluarga.
"Selanjutnya akan dibawa ke Puskesmas Bumijawa Tegal untuk diperiksa lebih lanjut sebelum diserahkan ke pihak keluarga," jelas Budiono.
Budiono menyebut tidak ada hambatan dalam proses evakuasi menurunkan korban dari puncak Gunung Slamet hingga ke basecamp. Cuaca di lokasi saat evakuasi cerah.
"Tidak ada hambatan tadi di jalan selama proses evakuasi turun, cuaca cerah dan semua unsur tim SAR gabungan bersinergi dengan baik," ungkap Budiono.
Budiono menuturkan proses evakuasi korban melibatkan hampir seratus orang. Unsur SAR yang terlibat yakni Basarnas, Koramil, Polsek, basecamp-basecamp pendakian sekitar Gunung Slamet, hingga potensi SAR Tegal, Pemalang, Pekalongan serta warga setempat.
"Kami ucapkan terimakasih banyak atas segala usaha dan kerjasama yang baik antar unsur dalam SAR gabungan dalam proses evakuasi ini, sehingga dalam waktu tak lama korban bisa dievakuasi dari kawah dan dibawa turun," ujar Budiono.
"Tetap waspada dan kami himbau kepada pendaki untuk dapat lebih berhati-hati lagi agar tidak terulang kejadian serupa," sambungnya.
Sumber: Detik.com



