Jakarta, Mitra24Jam.info -
Pemutilasi Saepul (26), di Pancoran Mas, Depok ternyata pernah bekerja menjadi pemotong daging dan guru matematika di tingkat sekolah menengah pertama (SMP). Katimsus 2 Unit 1 Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya Ipda Breggy Yesaya Imanuel Sutijono mengatakan, Saepul juga pernah berprofesi sebagai koki.
"Untuk profesi pelaku sendiri, dia mengaku sempat bekerja sebagai koki di sebuah restoran, bagian pemotong daging, dan juga sempat berprofesi menjadi guru matematika di sekolah menengah pertama," ujarnya dalam keterangannya, Sabtu (8/8/2026).
Selain itu, Saepul disebut pernah mengikuti dalam sebuah acara musik dangdut yang ditayangkan salah satu stasiun televisi. Namun Breggy tidak menjelaskan secara perinci kapan tepatnya Saepul menjalani masing-masing pekerjaan tersebut.
engalaman pelaku dalam hal memotong daging, disorot Breggy saat menjelaskan proses pelaku memotong tubuh korban. Pelaku memotong jasad korban menjadi dua bagian dari kepala sampai kaki agar memudahkan membawa jasad untuk dibuang.
"Karena berpikir agak susah untuk membuang jasad yang utuh, pelaku yang punya memang memiliki basic sebagai tukang daging, bagian pemotong daging, memotong bagian tubuh menjadi dua, bagian kepala sampai di badan, dan bagian kaki secara terpisah," ungkapnya.
Pelaku Incar Motor Korban
Breggy juga mengungkapkan, motif utama Saepul membunuh korban karena ingin menguasai sepeda motor Honda PCX milik korban. Niat tersebut muncul setelah Saepul berkenalan dengan korban dan melihat foto korban menggunakan sepeda motor PCX berwarna hitam.
"Dari situlah, karena desakan ekonomi, pelaku memiliki niat untuk menguasai sepeda motor tersebut," kata dia. Setelah berkenalan secara online, keduanya berjanjian bertemu di rumah kontrakan pelaku di Jalan Belimbing, Cipayung, Depok pada 23 Juli 2026.
Namun sebelum bertemu korban, pelaku sempat menghubungi temannya. Dalam percakapan itu, Saepul mengaku ingin memiliki sepeda motor. Ketika ditanya bagaimana cara mendapatkannya, Saepul menjawab akan membunuh seseorang. "'Nggak tahu, mungkin membunuh orang,' begitu salah satu kalimat yang diucapkan oleh pelaku," ungkap Breggy. Saat bertemu dengan korban, keduanya terlibat cekcok. Cekcok terjadi setelah korban menolak ajakan Saepul untuk melakukan hubungan seksual.
Korban kemudian menampar Saepul. Karena sakit hati, Saepul mengambil sebuah pisau dapur lalu menusukkan ke pinggang kiri korban. "Akhirnya pelaku juga menggorok leher korban, sehingga korban tidak sadarkan diri. Lalu pelaku menunggu sampai darah di tubuh dari korban itu habis," tuturnya.
Sumber: Kompas.com



