Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates

Iklan



Hilang Selama 2 Tahun, Perempuan Wajo Ternyata Dibunuh Sopir Travel

Mitra 24jam
Kamis, 13 Agustus 2026
Last Updated 2026-08-13T03:06:13Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates
INGIN JADI WARTAWAN KAMI??


 


Wajo, Mitra24Jam.info -

Seorang perempuan asal Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, bernama Paramita Titania Angelica (26) hilang dua tahun lalu. Terakhir kali sosok yang akrab disapa Mita itu pergi naik mobil travel ke Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah pada 22 Juli 2024. Setelah tidak terdengar kabarnya selama dua tahun, baru diketahui bahwa Mita sudah tewas dibunuh. Pelakunya adalah sang sopir travel, Alber alias Latu (37).

Dilansir detikSulsel, kasus ini dibenarkan oleh Kapolres Wajo AKBP Douglas Mahendrajaya. Douglas awalnya mengungkapkan dukacita atas meninggalnya Mita yang hilang dua tahun lalu.


"Kami segenap keluarga besar Polres Wajo menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya saudari Paramita Titania Angelica," ungkapnya, Senin (10/8/2026).


Mita diketahui berangkat dari Wajo ke Morowali pada tanggal 22 Juli 2024 pukul 16.30 Wita. Ia dijemput oleh sopir travel di Desa Bottobenteng, Kecamatan Majauleng, Kabupaten Wajo.


Di perjalanan, Mita sempat memberikan kabar satu kali kepada keluarganya. Pada 23 Juli 2024 pukul 09.00 Wita, Mita sempat mengabarkan bahwa dirinya sudah hampir sampai di Morowali.


"Sepanjang Mita berangkat, orang tua saya beberapa kali menelepon dan terakhir pada hari Selasa tanggal 23 Juli 2024 sekira pukul 09.00 Wita orang tua kami menanyakan sudah di mana? Mita menjawab, 'tidak lama mi sampai ka'," ungkap Nadia, kakak korban, kepada detikSulsel pada 24 November 2024 lalu.


Setelah itu, Mita tidak menghubungi dan tidak bisa dihubungi. Keluarga bertanya ke Alber selaku sopir travel. Alber hanya mengatakan bahwa Mita sudah diturunkan di Morowali, kemudian dijemput oleh teman.


"Alasan dari sopir itu bahwa Mita tadi turun dan dijemput oleh temannya di sekitar daerah Lalampu, Kabupaten Morowali. Dan sejak saat itu nomor telepon Mita sudah tidak aktif," lanjut Nadia.



Nomor Mita yang tidak aktif membuat keluarga semakin khawatir. Setelah lama tidak ada kepastian, keluarga akhirnya melaporkan hilangnya Mita ke Polres Wajo serta Polsek Bahodopi, Morowali.


Selama berbulan-bulan, penyelidikan belum membuahkan hasil. Namun, titik terang akhirnya muncul setelah dua tahun hilangnya Mita. Pada Agustus 2026, polisi akhirnya mengungkap bahwa Mita sudah meninggal karena dibunuh. Sopir travel, Alber, dipastikan sebagai orang terakhir yang bersama dengan korban.


Sebelum mengungkap kasus ini ke publik, polisi sudah menangkap Alber yang selama dua tahun berpindah-pindah tempat. Alber diketahui sempat melarikan diri ke Papua dan tinggal di sana selama setahun. Lalu dia berpindah ke Kecamatan Kalumpang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat.


"Melalui serangkaian tindakan penyelidikan Resmob Polres Wajo yang dipimpin Kasat Reskrim, berhasil mengamankan saudara Alber di Dusun Mao, Desa Buttuada, Kecamatan Kalumpang, Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat," jelas AKBP Douglas.


"Lokasi persembunyian tersebut diketahui minim jaringan telekomunikasi dan hanya memiliki satu akses jalan masuk," lanjutnya.


Dari hasil pemeriksaan, pelaku mengaku menghabisi nyawa korban ketika berada di Desa Kolono, Kecamatan Bungku Timur, Kabupaten Morowali.


"Menurut pengakuannya, tersangka memukul bagian belakang leher korban menggunakan kunci roda mobil sebanyak satu kali hingga korban meninggal dunia," kata Douglas.



Setelah memastikan korban meninggal, pelaku membuang jasad korban ke jurang di lokasi tersebut dengan kedalaman sekitar 60 meter. Tak cukup menghabisi korban, pelaku juga mengambil barang-barang berharga milik korban. Uang dalam rekening korban juga ditarik tunai.


"(Barang korban yang dicuri) berupa dua unit handphone Android dan sebuah dompet yang berisi kartu ATM BRI dan BNI. Total uang yang diambil mencapai sekitar Rp 62.040.000," jelasnya.


Douglas mengungkap, Alber mengaku sakit hati pada perkataan korban hingga nekat menghabisi nyawanya. Pelaku juga menyebut korban kerap berkata kasar pada adik pelaku.


"Alber mengaku tersinggung setelah mendengar korban mengeluarkan perkataan yang dianggap menghina pekerjaannya sebagai sopir. Selain itu, tersangka juga merasa sakit hati karena korban disebut kerap berkata kasar kepada adiknya," bebernya.


Oleh karena kejadian berada di wilayah Morowali, kasus ini pun dilimpahkan Polres Wajo ke Polres Morowali. Sejumlah barang bukti juga telah diserahkan untuk proses hukum lebih lanjut.


"Tersangka beserta barang bukti akan diserahkan kepada Polres Morowali Polda Sulawesi Tengah untuk proses penyidikan lebih lanjut. Barang bukti yang diamankan antara lain pakaian dalam korban serta sejumlah perhiasan milik Mita berupa gelang, kalung, cincin, dan anting," pungkasnya.


Sumber: Kompas.com

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl

Iklan