Tegal, Mitra24jam.info — Aktivitas distribusi bahan bakar minyak (BBM) jenis solar industri kembali menjadi sorotan. Tim investigasi memantau keberadaan sebuah truk tangki berwarna biru-putih bertuliskan PT Indah Raya Sentosa di kawasan Pelabuhan Jongor, Tegal.
Dalam pantauan tersebut, truk tangki diduga tengah melakukan pembongkaran muatan yang diperuntukkan bagi kapal nelayan milik juragan kapal di kawasan pelabuhan.
Seorang nelayan setempat, Busro, mengaku cukup sering melihat kendaraan tangki dengan ciri serupa berada di kawasan Pelabuhan Jongor.
“Kalau saya sering melihat truk tangki biru-putih itu di kawasan pelabuhan, bahkan hampir setiap hari,” ujar Busro.
Sementara itu, berdasarkan informasi yang beredar di lapangan, PT Indah Raya Sentosa disebut-sebut milik seseorang bernama pak Dita. Namun, informasi mengenai kepemilikan maupun mekanisme distribusi tersebut masih memerlukan konfirmasi resmi dari pihak perusahaan.
Persoalan yang lebih besar justru muncul pada aspek keseimbangan distribusi solar. Ketika pasokan solar untuk kebutuhan kapal nelayan terlihat berjalan, kondisi berbeda dikeluhkan oleh sebagian pengguna solar untuk armada angkutan jalan yang menghadapi keterbatasan pasokan.
Pengamat energi, Fitra, menilai kondisi tersebut patut menjadi perhatian serius pemerintah dan pihak terkait.
“Jangan sampai terjadi ketimpangan distribusi. Kalau pasokan untuk satu sektor lancar sementara sektor lainnya justru kesulitan, tentu perlu dilihat bagaimana pola distribusinya,” kata Fitra.
Menurutnya, distribusi BBM harus berlangsung secara transparan, terukur, dan sesuai ketentuan agar tidak menimbulkan kesan adanya perlakuan berbeda antar-sektor.
Publik tentu berhak mendapatkan penjelasan: dari mana asal solar tersebut, siapa penerima akhirnya, bagaimana mekanisme penyalurannya, serta apakah seluruh proses distribusi telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Sebab, jika distribusi berjalan lancar di satu titik sementara kebutuhan masyarakat dan sektor transportasi lainnya justru mengalami kesulitan, jangan sampai persoalan tersebut berkembang menjadi ketimpangan pasokan yang berujung pada kelangkaan di lapangan.
Hingga berita ini disusun, pihak PT Indah Raya Sentosa belum memberikan penjelasan resmi terkait aktivitas distribusi solar yang terpantau di kawasan Pelabuhan Jongor tersebut.



