Mitra24Jam.info -
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, mengimbau Timnas Indonesia untuk segera mengalihkan perhatian ke pertandingan krusial berikutnya.
Pesan ini disampaikan usai Timnas Indonesia harus puas berbagi angka 0-0 kala menghadapi Malaysia pada pertandingan kedua Grup A FIFA ASEAN Cup 2026.
Pertarungan sengit Timnas Indonesia tersebut berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada Senin.
Dalam laga itu, tuan rumah terpaksa tampil bertahan dengan 10 orang sejak menit ke-37 lantaran Thom Haye diganjar kartu merah oleh wasit.
Kendati Timnas Indonesia gagal meraih poin penuh, asa untuk melaju di turnamen ini masih terbuka.
Oleh karena itu, persiapan mental dan taktik mutlak diperlukan menjelang partai penentuan melawan Bangladesh. "Fokus ke pertandingan selanjutnya melawan Bangladesh. Kesempatan masih ada," ungkap Erick, dikutip dari Antara, Selasa (29/9/2026).
Skenario Kelolosan Skuad Garuda Hasil imbang tanpa gol ini menempatkan Indonesia di urutan kedua klasemen sementara Grup A dengan koleksi empat poin.
Persaingan di grup ini semakin ketat karena Singapura yang sebelumnya takluk dari skuad Garuda, kini kembali memiliki peluang lolos ke final.
Hal itu dipastikan usai tim Negeri Singa menumbangkan Bangladesh 1-0 pada laga kedua dan mengoleksi tiga poin di peringkat ketiga. Apresiasi untuk Semangat Pantang Menyerah Terlepas dari hasil seri di kandang sendiri, Erick Thohir tetap memberikan apresiasi tinggi atas daya juang luar biasa yang ditunjukkan para pemain di lapangan.
Tim Garuda dinilai tampil sangat solid karena mampu membendung rentetan gempuran serangan Malaysia yang diuntungkan oleh kelebihan jumlah pemain. "Terima kasih kepada para ofisial dan para pemain yang sudah memberikan seluruh kemampuannya sehingga bisa menahan Malaysia dengan bermain 10 pemain selama kurang lebih 70 menit dan terus memberikan perlawanan hingga menit akhir," pungkasnya.
Apresiasi Daya Juang 10 Pemain Di sisi lain, pelatih Malaysia, Tan Cheng Hoe, secara khusus menyoroti ketangguhan barisan pertahanan tuan rumah dalam konferensi pers pascalaga pada Senin (28/9/2026). "Kami tahu bahwa Indonesia tidak hanya memiliki pemain bertahan yang bagus, mereka juga memiliki fondasi serangan yang baik," kata Cheng Hoe.
"Setelah babak kedua, Anda bisa melihat para pemain bertahan sangat disiplin, sangat terorganisir, sangat tangguh, sehingga sangat sulit bagi kami untuk menembus pertahanan mereka guna mencetak gol."
Pelatih berusia 58 tahun itu juga mengakui bahwa timnya mendapat pelajaran berharga dari pertandingan tekanan tinggi tersebut. "Kami masih memiliki ruang untuk perbaikan, lalu kami perlu memanfaatkan kesempatan ini untuk bermain dalam suasana seperti ini dan bersaing dengan Indonesia. Kami tahu persis seberapa bagus tim Indonesia."
"Tentu saja, di babak kedua kami menguasai permainan dengan baik dan menciptakan beberapa peluang," lanjut Cheng Hoe. "Terkadang dalam sepak bola, agak sulit bermain melawan 10 pemain karena mereka menerapkan taktik yang berbeda, yaitu bertahan lebih dalam dan lebih kompak di lini belakang."
Sumber: Kompas.com



