Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates

Iklan



Pria 28 Tahun di Tanjung Priok Tewas, Keluarga Duga Jadi Korban Pengeroyokan

Mitra 24jam
Selasa, 29 September 2026
Last Updated 2026-09-29T02:47:35Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates
INGIN JADI WARTAWAN KAMI??


 


JAKARTA, Mitra24Jam.info -

Seorang pria berinisial EY (28) meninggal dunia setelah ditemukan tergeletak di jalan di kawasan Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu (6/9/2026). Sebelum ditemukan di pinggir jalan, EY diketahui sempat terlibat cekcok hingga akhirnya dijemput paksa oleh dua orang pria. 


Keluarga menduga EY menjadi korban pengeroyokan dalam rangkaian kejadian tersebut. Dijemput Dua Orang Paman EY, Jack Kastanya, mengatakan keluarga mengetahui rangkaian awal kejadian dari rekaman kamera pengawas. 


Dalam rekaman itu, EY terlihat dijemput dua orang dari kantor RW sekitar pukul 15.18 WIB. "Korban (EY) dibawa keluar sama salah satu pelaku. Dibawa keluar, disuruh naik ke motor, dan pelaku itu kemudian membawa motor," jelas dia saat ditemui Kompas.com di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Senin (28/9/2026).


Menurut dia, pihak keluarga mendapatkan informasi bahwa EY awalnya hendak dibawa ke kawasan Kampung Bahari, Jakarta Utara. Namun, EY justru dibawa ke rumah salah satu orang yang disebut berinisial Y, di mana sudah ada dua orang lainnya ketika korban tiba. 


"Yang ini yang kami belum tahu dua orang ini siapa. Ditungguin, lalu terjadilah pemukulan dan penganiayaan dan lain sebagainya di rumah itu," ucap dia. Ditemukan Tergeletak di Jalan Jack mengatakan, kejadian kekerasan yang terjadi di rumah Y sempat menimbulkan suara kencang sehingga tetangga sekitar melihat kejadian. 


"Lalu kemudian karena kondisi korban itu sudah di ini, dikeroyok, dipukul, dan sebagainya, dibawalah ke polsek sama Babinsa dan Pak RW. Ini informasi cerita yang kami dapat," ungkap dia. Keluarga mengaku tidak mengetahui secara pasti kejadian setelah EY dibawa ke polsek. Namun, sekitar pukul 18.30 WIB, EY ditemukan warga dalam kondisi tergeletak di pinggir jalan.


Warga yang menemukan korban EY langsung membawa ke RSUD Kebon Bawang. Kakak EY, Feby Cecilia, mengatakan dirinya langsung menuju rumah sakit setelah mendapat kabar adiknya ditemukan dalam kondisi tergeletak. "Aku sampai di RSUD, keadaannya (EY) sudah tidak sadarkan diri, sudah muntah darah dari hidung dan mulut. 


Dan saat itu juga langsung masuk ICU dan malam itu juga langsung pemeriksaan rontgen dada dan cek lab," ungkap dia saat ditemui Kompas.com, Senin. Alami Cedera Otak Feby mengatakan hasil pemeriksaan rontgen menunjukkan paru dan lambung EY sudah dipenuhi darah. Kondisi tersebut membuat dokter meminta pemeriksaan lebih lanjut ketika kondisi EY terus menurun. 


EY kemudian dirujuk ke RSUD Koja untuk menjalani CT scan, Selasa (8/9/2026) "Pas selesai keluar CT scan, dokter sangat yakin kalau ini pemukulan karena otak kanannya bengkak, terus bahu kiri luka, bagian perut sini tuh biru besar, terus kuku kakinya kayak seperti terseret di jalan gitu," kata dia.


Kondisi EY terus memburuk selama menjalani perawatan hingga akhirnya meninggal dunia pada Rabu (9/9/2026). "Dan Rabu pagi itu sebenarnya dia sudah menipis untuk nadi dan lain-lainnya, tapi aku memilih untuk pertolongan pertama pijat dada dan itu akhirnya dia masih ada lagi sampai akhirnya malam dia sudah enggak bisa berjuang.," tutur Feby. 


Dua Penjemput Ditangkap, Dua Lainnya Belum Keluarga kemudian melaporkan kasus tersebut ke Polres Jakarta Utara. Dalam perkembangan perkara, dua orang berinisial Y dan J yang disebut menjemput EY telah ditangkap. 


Meski begitu, keluarga masih meminta polisi mengungkap dua orang lain yang disebut berada di rumah Y ketika EY diduga mengalami pengeroyokan. Kuasa hukum keluarga, Nicolas Johan Kilikily, mengatakan pihak keluarga juga ingin mengetahui motif yang menyebabkan EY dianiaya hingga meninggal dunia. 


"Ranahnya penyidik ya untuk mengungkap perkara ini motifnya apa dan bagaimana, kenapa sampai mereka menganiaya korban ini sampai meninggal, itu nanti dalam pengembangan kasus penyidik akan mengungkap semuanya itu," ucap dia saat ditemui di kesempatan yang sama.


Nicolas berharap proses hukum terhadap pihak yang terbukti terlibat dapat memberikan efek jera. Ia juga meminta perhatian terhadap istri dan anak EY yang ditinggalkan. "Kami berharap supaya ini menjadi perhatian oleh penyidik agar supaya istri dan anak satu orang yang ditinggalkan ini ada perhatian khusus oleh pelaku, sehingga mereka mau bertanggung jawab untuk istri dan anak yang ditinggalkan ini," ujar Nicolas. 


Kompas.com telah berupaya meminta tanggapan Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara AKBP Awaludin Kanur dan Wakasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara AKP Bima Sakti terkait kasus tersebut. Namun, keduanya hingga saat ini belum memberikan respons.

Sumber: Kompas.com


iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl

Iklan