Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates

Iklan



Puluhan Tahun Terdengar Gemuruh, Tanah di Sampang Diduga Mengandung Gas Metana

Mitra 24jam
Kamis, 01 Oktober 2026
Last Updated 2026-10-01T03:41:37Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates
INGIN JADI WARTAWAN KAMI??




SAMPANG, Mitra24jam.info -

Misteri suara gemuruh yang terdengar dari dalam tanah di Dusun Bangsal, Desa Gunung Eleh, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, akhirnya mulai terkuak. Fenomena yang berembus dan dikeluhkan warga selama puluhan tahun tersebut kini diduga kuat berkaitan dengan keberadaan gas metana yang terperangkap di dalam rekahan tanah.


 Dugaan penyebab fenomena alam tersebut disampaikan oleh tim teknis Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Timur kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang pada Selasa (29/9/2026). 


Analis Kebijakan Muda Bagian Perekonomian dan SDA Setkab Sampang, Abdi Barri, mengonfirmasi bahwa penjelasan dari tim teknis ESDM Jatim memberikan petunjuk awal mengenai fenomena langka ini. "Suara itu bersumber dari gas metana yang terperangkap di rekahan tanah di lokasi kejadian," kata Abdi saat memberikan keterangan, Selasa.


Terdengar Selama Puluhan Tahun Fenomena suara gemuruh dari bawah tanah di Dusun Bangsal ini sebelumnya menyita perhatian luas masyarakat setempat. Berdasarkan keterangan pemerintah desa dan warga sekitar, bunyi misterius tersebut bahkan disebut-sebut sudah berlangsung selama puluhan tahun.


 Kepastian mengenai indikasi kandungan gas metana ini membuat Pemkab Sampang bergerak cepat mengambil langkah mitigasi guna mengantisipasi potensi risiko bahaya. Sebagai langkah pencegahan awal, Pemkab Sampang melarang masyarakat sekitar melakukan aktivitas pengeboran air di radius wilayah terdampak. 


Selain itu, warga diimbau keras untuk menghindari berbagai aktivitas yang berpotensi memicu percikan api atau kebakaran. "Informasi dari tim teknis ESDM Jawa Timur tersebut menjadi dasar Pemkab Sampang untuk mengambil langkah pencegahan," tutur Abdi.


Pasang Papan Peringatan Berkelanjutan Guna memastikan keselamatan warga, Pemkab Sampang telah menyebarkan surat imbauan dan instruksi resmi kepada pemerintah desa, pihak Kecamatan Kedungdung, serta sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. 


Pemerintah desa setempat juga diinstruksikan untuk segera memasang papan peringatan di area sekitar lokasi munculnya gemuruh tanah. Pemasangan papan imbauan ini bertujuan agar warga mengetahui adanya potensi bahaya dan tidak melakukan aktivitas sembarangan di atas rekahan tanah tersebut. 


Abdi menegaskan, imbauan dan pembatasan aktivitas warga ini akan diberlakukan secara berkelanjutan hingga batas waktu yang belum ditentukan. "Imbauan tersebut juga akan diberlakukan secara berkelanjutan karena pemerintah belum mengetahui kapan kandungan gas tersebut akan habis," pungkas Abdi.

Sumber: Kompas.com


iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl

Iklan