MAGETAN, Mitra24jam.info -
Keluarga Serda Ahmad Muzammul Farisa mendesak aparat memberikan sanksi setimpal kepada empat senior yang diduga melakukan penganiayaan hingga menyebabkan anggota TNI Angkatan Udara tersebut meninggal dunia.
Ayah almarhum, Toni Eko Prasetyo mengatakan, keluarganya meminta proses hukum terhadap pihak yang diduga terlibat berjalan serius dan transparan. Keluarga tidak ingin latar belakang maupun alasan apa pun menjadi pembenaran atas dugaan penganiayaan yang dialami anaknya. "Kami dari keluarga almarhum berharap ada sanksi yang setimpal kepada empat anggota senior anak kami yang mengakibatkan hilangnya nyawa anak kami," ujarnya ditemui di rumah duka Jumat sore (11/9/2026).
Toni menyampaikan, keluarga menyerahkan proses hukum kepada aparat, tetapi berharap pelaku mendapat hukuman sesuai perbuatannya.
"Apa pun latar belakang dan juga apa pun maksud tujuan daripada penganiayaan itu, harus ada perhatian yang serius dan betul-betul pelaku diberikan sanksi yang setimpal dan sepadan dengan perbuatannya," kata dia.
Keluarga menerima kabar meninggalnya Ahmad pada Kamis sekitar pukul 05.00 WIB. Saat itu, almarhum disebut telah berada di unit gawat darurat sebelum dinyatakan meninggal dunia. Keluarga kemudian meminta dilakukan otopsi untuk mengetahui penyebab pasti kematian almarhum.
Toni mengatakan, hasil otopsi hingga saat ini belum diterima keluarga. "Kami tahunya pagi hari Kamis jam lima. Kami mendapat informasi anak kami sudah di UGD dan meninggal. Kami memohon kepada Dinas Psikologi Mabes AU untuk melakukan otopsi. Hasilnya memang belum keluar," ucapnya.
Menurut Toni, hasil otopsi menjadi bagian penting untuk mengungkap penyebab kematian Ahmad sekaligus memperkuat proses hukum yang sedang ditempuh keluarga. "Harapan kami dengan hasil otopsi itu bisa menguatkan secara yuridis terkait meninggalnya anak kami," katanya.
Almarhum menjalani tugas di lingkungan Dinas Psikologi Mabes TNI AU selama sekitar satu setengah tahun sebelum meninggal dunia diduga dianiaya oleh seniornya. Jenazah Ahmad dimakamkan tanpa upacara militer di tempat pemakaman umum (TPU) yang lokasinya tidak jauh dari rumah duka pada Kamis (10/9) malam.
Ahmad merupakan anak pertama dari tiga bersaudara pasangan Toni Eko Prasetyo dan Retno Setio Rini. Keluarga kini menunggu hasil otopsi dan proses hukum untuk mengungkap secara terang penyebab kematian almarhum. Keluarga berharap proses tersebut memberikan kepastian hukum sekaligus keadilan bagi Serda Ahmad Muzammul Farisa.
Sumber: Kompas.com



