Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates

Iklan



Gempa M 6,5 Guncang Kepulauan Seribu, Getaran Terasa hingga Sumatera

Mitra 24jam
Sabtu, 12 September 2026
Last Updated 2026-09-12T03:02:39Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates
INGIN JADI WARTAWAN KAMI??




JAKARTA, Mitra24jam.info -

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,5 yang mengguncang wilayah Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, pada Sabtu (12/9/2026) pukul 04.23 WIB dirasakan hingga sejumlah wilayah di Pulau Jawa dan Sumatera.


Guncangan gempa tersebut dirasakan masyarakat di antaranya di Tangerang, Tanjung Priok, Yogyakarta, hingga Padang. "Betul tadi terjadi gempa signifikan dengan pusat gempa di sekitar area Pulau Seribu," ujar Supervisor on Duty Indonesia Tsunami Early Warning System (InaTEWS) BMKG, Debi Safari Yogaswara, saat dikonfirmasi Kompas.com melalui pesan WhatsApp, Sabtu.


Berdasarkan estimasi peta tingkat guncangan (shakemap) dan laporan masyarakat, gempa dirasakan dengan intensitas berbeda di sejumlah wilayah, antara lain sebagai berikut:


  • Guncangan dengan intensitas IV MMI dirasakan di Pandeglang, Lebak, Serang, Sukabumi, Cianjur, dan Tanggamus.
  •  Intensitas III MMI dirasakan di Tangerang, Tanjung Priok, Kecamatan Nagrak, Kecamatan Kalapanunggal, dan Cilacap. 
  • Guncangan dengan intensitas II-III MMI dirasakan di Rancaekek, Lembang, Garut, Kota Bandung, Yogyakarta, Pacitan, Ponorogo, Kabupaten Malang, Kota Bengkulu, Sumur, Padang, Mentawai, Pariaman, dan Solok Selatan. Intensitas II MMI dirasakan di Lemong, Semaka, dan Bengkunat.
  •  Pada skala ini, getaran dirasakan oleh beberapa orang dan benda-benda ringan yang digantung bergoyang. 

Berdasarkan pemutakhiran parameter Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa memiliki magnitudo M 6,5 dengan kedalaman 368 kilometer yang terjadi pada pukul 04.23.55 WIB.


Episenter gempa berada pada koordinat 5,24 derajat Lintang Selatan (LS) dan 106,78 derajat Bujur Timur (BT) dengan lokasi episenter berada di laut, sekitar 69 kilometer timur laut Kepulauan Seribu, DKI Jakarta.


 "Berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa tersebut merupakan jenis gempa dalam akibat aktivitas intraslab," ungkapnya. Debi mengatakan, hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa memiliki mekanisme pergerakan geser turun (oblique normal).


Meski berkekuatan M 6,5, hasil pemodelan BMKG menunjukkan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. Hingga pukul 05.00 WIB, BMKG juga belum mendeteksi adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock). "Untuk gempa susulan berdasarkan hasil monitoring kami, sampai dengan pagi belum ada," ujar Debi. 


Debi mengatakan, BMKG masih terus melakukan pemantauan terhadap aktivitas kegempaan di sekitar lokasi. BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Masyarakat juga diminta menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa bumi demi menjaga keselamatan.

Sumber: Kompas.com

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl

Iklan