Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates

Iklan



Kapal Tanker Muat Bahan Bakar Minyak Kandas Di Perairan Tanjung Aru, Kab.Paser

Paser
Kamis, 20 Agustus 2026
Last Updated 2026-08-20T07:54:24Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates
INGIN JADI WARTAWAN KAMI??




Caption : Kapal Tanke berbendera Tiongkokr Kandas di perairan Tanjung Aru,Kab.Paser 

Paser —  mitra24jam.info,

Kapal tanker  bermuatan minyak berbendera Tiongkok, MT Chang Hang Zi Jing ( IMO : 9406386 ), dilaporkan kandas di atas terumbu karang di perairan  Tanjungang Aru Kabupaten Paser, Kalimantan Timur. 



Berdasarkan pemantauan Maritime Command Center (MCC) via data satelit pelayaran, kapal jenis Chemical/Oil Products Tanker tersebut tercatat sempat sandar di Pelabuhan Pertamina Balikpapan pada 31 Juli dan mulai berlayar menuju Singapura pada 2 Agustus 2026



Namun, pada 3 Agustus 2026 pukul 01.16 WITA, status AIS (Automatic Identification System) kapal berubah menjadi aground (kandas) pada koordinat Lintang 02°22Berdasarkan pemantauan Maritime Command Center (MCC) via data satelit pelayaran, kapal jenis Chemical/Oil Products 



Diduga  kapal mengalami kegagalan navigasi saat melintas diperairan tanjung aru Kab. Paser hingga tersangkut di area terumbu karang pada koordinat Lintang 02°22,98' S dan Bujur 116°56,78' E. Timur atau 64 mil laut Kab. Paser dan 67 mil laut selatan balikpapan, 98' S dan Bujur 116°56,78' E dengan kemiringan 0,28 derajat.



Caption : Peta Satelit posisi kapal tanker kandas


Menurut informasi yang awak media dapat Rabu 19/8, Penanganan kandasnya kapal tanker berbendera Tiongkok, MT Chang Hang Zi Jing (IMO: 9406386),  terus bergulir,  dan Rencana Penyelamatan Masih menunggu kedatangan kapal penarik Royal Ray 7 dari Lamongan yang membawa kru salvage tambahan. Armada ini diestimasi tiba di lokasi pada 20 Agustus 2026.



Meski kondisi seluruh tangki kapal yang bermuatan LSFO (Low Sulfur Fuel Oil) Sampai saat ini, belum diketahui persis dugaan adanya tumpahan minyak atau pencemaran di area kapal. Sesuai informasi yang dihimpun ada permintaan oil boom (alat apung pemisah minyak dengan air laut, red).



Serangkaian fakta dan data lalu lintas pelayaran justru memunculkan tanda tanya besar. Pernyataan dari data pelacak satelit tersebut berseberangan dengan keterangan resmi manajemen Pertamina.



Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, yang dikutip dari harian jurnal melalui pesan singkatnya, pihaknya tidak menjual bahan bakar minyak berjenis LSFO (Low Sulphur Fuel Oil).


"Kita tidak jualan LSFO," pesan singkat Edi Mangun.


Ia menyampaikan kapal Chang Hang Zi Ji tidak ada dalam daftar list kapal yang membawa cargo (PPN) Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan.


"Kapal Chang Hang Zi Ji tidak ada dalam list kapal yg membawa cargo PPN Regional Kalimantan," kata Edi.


Lebih lanjut, pihak Pertamina menegaskan tidak menjual maupun mendistribusikan bahan bakar jenis LSFO (Low Sulfur Fuel Oil) dari fasilitas mereka di Balikpapan.



Hal ini diperkuat oleh data Pusat Data SIMLALA (Sistem Informasi Manajemen Lalu Lintas Angkutan Laut) yang menunjukkan bahwa kapal tersebut belum mengantongi izin PKK (Persetujuan Kedatangan Kapal) untuk singgah di pelabuhan Indonesia.



Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas II Tanah Paser, Rahman Rani, saat dikonfirmasi tidak berada di kantornya dan belum memberikan jawaban pasti terkait langkah konkret maupun ketegasan sanksi hukum. 


( A.Latif *** )

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl

Iklan