Mitra24Jam.info -
Ketua Umum PSSI Erick Thohir menegaskan Timnas Indonesia harus terus berkembang setelah menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026 dengan mengalahkan Thailand melalui adu penalti 4-2 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (5/10/2026).
Erick menilai perjalanan Indonesia pada dua pertandingan terakhir turnamen menjadi pelajaran untuk mengejar target Piala Asia 2027 hingga Piala Dunia 2030. "Kita harus serius mempersiapkan dan tantangannya sangat berat, tapi kita bangsa Indonesia, bukan bangsa kalahan, kita harus terus tingkatkan sepak bola kita," kata Erick dikutip dari Antara. Indonesia dan Thailand bermain 2-2 selama 120 menit sebelum Garuda menang dalam adu penalti. Gelar tersebut menjadi trofi perdana Indonesia pada FIFA ASEAN Cup edisi pertama.
Erick Apresiasi Perjuangan Pemain Erick menilai Thailand memberikan perlawanan kuat pada final. Karena itu, ia memberikan apresiasi kepada pemain Indonesia yang mampu bertahan sampai pertandingan ditentukan melalui adu penalti.
"Kita harus akui Thailand tim yang sangat bagus, saya apresiasi perjuangan pemain sampai detik terakhir," ujar Erick. Indonesia sempat unggul melalui tendangan bebas Dean James pada menit ke-84 setelah Nicholas Mickelson menerima kartu kuning kedua dan harus meninggalkan lapangan.
Thailand kemudian menyamakan kedudukan lewat Iklas Sanron pada menit ke-87. Pada babak tambahan, Peeradol Chamrasamee membawa Thailand berbalik unggul pada menit ke-111. Elkan Baggott menyamakan skor empat menit kemudian.
Pertandingan pun berlanjut ke adu penalti. Indonesia sukses memasukkan empat eksekusi, sedangkan Thailand hanya mencetak dua gol. Emil Audero menjadi penentu setelah menggagalkan tendangan Nattapong Sayriya.
Dua Laga Terakhir Jadi Pelajaran Erick tidak melihat trofi FIFA ASEAN Cup sebagai akhir dari perjalanan Timnas Indonesia. Ia justru menyoroti tingginya tekanan dalam dua pertandingan terakhir Garuda.
Sebelum final, Indonesia harus mengalahkan Bangladesh 9-2 pada pertandingan terakhir Grup A untuk memastikan posisi teratas dan tiket ke partai puncak. Garuda bahkan membutuhkan dua gol pada masa tambahan waktu untuk mengungguli Malaysia dalam jumlah gol yang dicetak. Kevin Diks mencetak gol pada menit ke-90+6, kemudian Mitchell Baker menutup laga dengan gol pada menit ke-90+7.
Final melawan Thailand kembali berjalan hingga akhir sebelum ditentukan melalui adu penalti. "Dua game yang tidak mudah, (lawan Bangladesh) 9-2 tidak mudah, hari ini juga 2-2, tidak mudah. Ini pelajaran bagus untuk semua pemain dan pelatih bahwa kalau memang kita mau masuk Piala Dunia (2030)," kata Erick. Pesan tersebut disampaikan Erick setelah Indonesia menyelesaikan turnamen sebagai juara. Ia menegaskan tantangan berikutnya akan lebih berat sehingga persiapan harus dilakukan dengan serius.
Piala Asia 2027 Jadi Fokus Berikutnya Setelah mengangkat trofi FIFA ASEAN Cup, Timnas Indonesia akan melanjutkan persiapan menuju Piala Asia 2027. Erick mengatakan masih ada sejumlah aspek permainan yang perlu dievaluasi bersama tim pelatih.
"Ya banyak nanti saya sama coach, ada banyak. Titik-titik kelemahan yang mungkin harus kita perbaiki untuk persiapan Piala Asia," ujar Erick. Piala Asia 2027 dijadwalkan berlangsung di Arab Saudi pada Januari 2027. Indonesia kini memasuki agenda berikutnya dengan status juara FIFA ASEAN Cup 2026.
Gelar tersebut menjadi trofi pertama Indonesia dalam kompetisi yang baru diperkenalkan FIFA, tetapi Erick menempatkannya sebagai bagian dari perjalanan menuju sasaran yang lebih besar. "Kita harus serius mempersiapkan dan tantangannya sangat berat, tapi kita bangsa Indonesia, bukan bangsa kalahan, kita harus terus tingkatkan sepak bola kita," kata Erick.
Sumber: Kompas.com



