Mitra24Jam.info -
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution mengajak Kepolisian Daerah (Polda) Sumut memperkuat sinergi dalam pemberantasan narkoba melalui penyelarasan program Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut dan Polda Sumut.
Kolaborasi tersebut bertujuan menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan bebas narkoba. Pasalnya, Sumut masih menghadapi persoalan serius terkait tingginya tingkat penyalahgunaan narkotika. Hal itu disampaikan Bobby saat menerima kunjungan Kapolda Sumut Irjen Pol Sonny Irawan beserta jajaran pejabat utama Polda Sumut di Kantor Gubernur Sumut, Medan, Selasa (13/10/2026).
Pertemuan itu turut dihadiri Wakil Gubernur Sumut Surya dan Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Sumut Timur Tumanggor. Dalam pertemuan tersebut, Bobby menyatakan kesiapan Pemprov Sumut untuk menyelaraskan kebijakan daerah dengan tiga program unggulan yang diusung Polda Sumut.
Pertama, Gerakan Masyarakat (Germas) Tolak Narkoba, yakni penanganan narkoba secara komprehensif dari hulu hingga hilir melalui pendekatan preemtif, preventif, dan represif.
Program tersebut melibatkan seluruh elemen masyarakat secara terstruktur hingga tingkat desa, rukun tetangga (RT), dan rukun warga (RW), untuk memperkuat upaya pencegahan sekaligus pemberantasan peredaran narkoba.
Kedua, Kolaborasi Pemberantasan Kejahatan Jalanan (Kompak) yang berfokus pada penindakan tegas terhadap berbagai bentuk kejahatan jalanan (street crime), seperti begal, tawuran, dan aksi premanisme. Program tersebut bertujuan menciptakan lingkungan yang aman dan ramah bagi masyarakat maupun wisatawan.
Ketiga, Satu Hati Satu Kekuatan dalam Tertib Lalu Lintas (Sahata), yaitu program pembinaan dan penegakan aturan lalu lintas secara humanis untuk membangun budaya berkendara yang tertib di Sumut.
Program tersebut juga diharapkan dapat mendukung optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD) melalui sektor pajak kendaraan bermotor. "Mudah-mudahan dengan program yang ada di Polda dapat dijalankan bersama dengan Pemprov Sumut, dan diharapkan program pengentasan narkoba ini tidak hanya seremonial saja, namun dapat memberikan hasil nyata," ujar Bobby dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Rabu (14/10/2026).
Ia menegaskan, pemberantasan narkoba perlu difokuskan pada pengawasan jalur masuk ke Sumut hingga kawasan dengan aktivitas ekonomi tinggi yang kerap dimanfaatkan bandar untuk mengedarkan narkotika.
Untuk memperkuat upaya tersebut, Bobby juga mengajak Polda Sumut merumuskan usulan regulasi khusus yang dapat dibahas bersama DPRD Sumut untuk ditetapkan menjadi peraturan daerah (perda). Regulasi itu diharapkan dapat memperkuat payung hukum sekaligus meningkatkan efektivitas pemberantasan narkoba di Sumut.
Dukung sektor pariwisata dan ekonomi
Selain pemberantasan narkoba, Bobby menekankan pentingnya menyelaraskan program pembangunan daerah dengan kebijakan pemerintah pusat, khususnya di sektor pendidikan, pariwisata, dan penanganan masalah sosial.
Kolaborasi Pemprov dan Polda Sumut juga diarahkan untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif serta menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat. Upaya ini diharapkan dapat mendukung pengembangan sektor pariwisata dan perekonomian daerah.
Kapolda Sumut Irjen Pol Sonny Irawan menyambut positif arahan Bobby. Menurutnya, kemajuan sektor pariwisata tidak hanya bergantung pada keindahan alam, tetapi juga kesiapan infrastruktur, aksesibilitas, serta jaminan keamanan dan kenyamanan bagi wisatawan.
Ia menilai, potensi wisata alam Sumut, khususnya kawasan Berastagi dan Kabupaten Karo, tidak kalah menarik dibandingkan dengan destinasi wisata populer di Jawa Barat (Jabar).
Selain itu, tingginya perputaran ekonomi dan tingkat okupansi hotel di Sumut juga menjadi potensi yang perlu terus didukung. Karena itu, kehadiran kepolisian untuk menjamin keamanan diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan wisatawan agar kembali berkunjung.
"Kalau akses dan pelayanan keamanannya nyaman, pasti orang akan balik lagi ke sini. Kami siap men-support dan mengawal program Pak Gubernur dalam meningkatkan daya tarik pariwisata Sumut," ungkap Sonny.
Melalui penguatan sinergi antara Pemprov dan Polda Sumut, ketiga program tersebut diharapkan dapat dijalankan secara terpadu dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Sumber: Kompas.com




