BANGKALAN, Mitra24Jam.info -
Insan pers di Kabupaten Sampang, Jawa Timur, menggelar doa bersama untuk lima jurnalis dan tiga anak buah kapal (ABK) yang masih hilang di Selat Sunda. Doa bersama digelar di Monumen Trunojoyo Sampang, Minggu (13/9/2026) malam.
Perwakilan jurnalis sekaligus Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Sampang, Hanggara Pratama Syahputra mengatakan, doa bersama tersebut digelar seluruh insan pers di Sampang sebagai bentuk solidaritas terhadap lima jurnalis yang hilang sejak 7 September 2026. "Ini bentuk solidaritas kami atas musibah yang menimpa 5 rekan sesama jurnalis dan 3 ABK yang hingga kini belum ditemukan.
Mereka hilang saat menjalankan tugas peliputan erupsi Gunung Anak Krakatau," jelasnya, Senin (14/9/2026).
Ia mengatakan, hilangnya delapan orang saat menjalankan tugas tersebut menjadi duka bagi banyak pihak, termasuk rekan sesama jurnalis. Karena itu, insan pers di Kabupaten Sampang memberikan doa dan dukungan moral kepada seluruh tim penyelamat yang terlibat dalam pencarian delapan orang tersebut.
"Kami menyadari bahwa ikhtiar pencarian di tengah kondisi laut dan cuaca yang tidak mudah membutuhkan kekuatan, ketekunan, dan doa dari kita semua," ucapnya. Ia berharap, proses pencarian yang telah berlangsung selama sepekan segera membuahkan hasil dan lima jurnalis serta tiga ABK tersebut dapat ditemukan dalam kondisi selamat.
"Harapan kami semoga segera ditemukan dalam kondisi selamat dan kembali berkumpul bersama keluarga serta orang-orang yang mereka cintai," ungkapnya. Doa tersebut tidak hanya ditujukan bagi para korban yang hilang, tetapi juga untuk tim penyelamat yang bertugas serta keluarga delapan orang yang masih dalam pencarian.
"Semoga diberikan keselamatan, kesehatan, kekuatan, serta kemudahan dalam menjalankan tugasnya. Dan untuk keluarga semoga diberikan kekuatan menghadapi kondisi yang penuh ketidakpastian saat ini," ujarnya. Adapun kelima jurnalis itu dilaporkan hilang bersama tiga anak buah kapal (ABK) setelah kapal yang mereka tumpangi mengalami insiden di perairan Selat Sunda pada Senin (7/9/2026).
Mereka sebelumnya berada di kawasan tersebut untuk menjalankan tugas jurnalistik terkait aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau. Hingga lebih dari sepekan setelah kejadian, upaya pencarian terhadap delapan orang tersebut masih dilakukan oleh tim SAR gabungan.
Pencarian juga menjadi perhatian komunitas pers di berbagai daerah yang terus memberikan dukungan kepada keluarga para jurnalis serta mendoakan keselamatan seluruh korban dan tim yang terlibat dalam operasi pencarian.
Sumber: Kompas.com



