Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates

Iklan



Beras Diduga Tak Memenuhi Standar Fortifikasi Ditemukan di Sejumlah Minimarket Pamekasan

Mitra 24jam
Jumat, 18 September 2026
Last Updated 2026-09-18T03:56:16Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates
INGIN JADI WARTAWAN KAMI??




PAMEKASAN, Mitra24jam.info -

Beras kemasan yang masuk dalam daftar produk diduga tidak memenuhi standar fortifikasi masih ditemukan dijual di sejumlah minimarket di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, Jumat (18/9/2026).


 Penelusuran Kompas.com menemukan sedikitnya empat minimarket yang masih menyediakan beras kemasan tersebut. Sebagian beras dipajang di etalase, sementara sebagian lainnya baru dikeluarkan ketika ada permintaan dari pembeli. 


Dari empat lokasi tersebut, ditemukan dua merek beras yang masuk dalam daftar 25 beras yang diduga tidak memenuhi standar fortifikasi, yakni Anak Raja Nusantara dan Maknyuss Pulen Gizi.


Beras tersebut ditemukan di dua minimarket di Jalan Kabupaten dan dua minimarket di Jalan Trunojoyo. Beras Anak Raja Nusantara kemasan 5 kilogram dijual seharga Rp 86.000.


"Kalau beras Anak Raja Nusantara harganya Rp 86.000. Sisanya 12 sak," kata Okto, salah satu pegawai minimarket di Jalan Kabupaten, Pamekasan.


Dia mengatakan, minimarket tersebut juga menjual beras Maknyuss Pulen Gizi. Namun, stok beras tersebut sedang kosong. "Biasanya ada di sini, tapi sekarang masih tidak ada stok," tuturnya kepada Kompas.com. 


Sementara itu, di minimarket lainnya di Jalan Trunojoyo, beras Anak Raja Nusantara masih tersedia, tetapi tidak dipajang di etalase. Beras tersebut baru dikeluarkan ketika ada permintaan dari pembeli. Pegawai minimarket mengeluarkan beras kemasan 5 kilogram dari ruangan di bagian belakang minimarket. 


Namun, harganya lebih tinggi, yakni Rp 90.000 per kilogram. "Kalau di sini harganya Rp 90.000. ini beras khusus," kata pegawai minimarket yang menolak menyebut namanya, Jumat (18/9/2026).


Sementara itu, warga Pamekasan, Dewi Wahyuni (35), mengaku kaget saat pertama kali mendengar informasi mengenai beras yang diduga tidak memenuhi standar fortifikasi. Sebab, selama ini dia pernah membeli beras premium di minimarket tanpa merasa curiga. "Setelah saya dapat informasi, ternyata palsu. 


Berasnya sama dengan medium," katanya. Sebelumnya, diberitakan Kompas.com, kasus beras fortifikasi ini terungkap saat Badan Pangan Nasional (Bapanas) melakukan inspeksi mendadak dan mengambil sampel beras fortifikasi atau beras khusus yang diklaim mengandung tambahan vitamin dan mineral pada April 2026. 


Bapanas kemudian menguji 27 merek beras dengan klaim mengandung tambahan gizi di laboratorium. Hasilnya, 25 jenis beras tidak memenuhi standar. Ke-25 merek beras yang diungkap pemerintah tersebut adalah Idola Fortifikasi, Idola High Quality Whole Grain Rice, Idola Long Grain Rice, Ikan Mas Cupang, AAA Wijaya Kusuma, Cantik Manis, Penari Bangkok, Topi Koki Short Grain, Topi Koki Setra Royale, Topi Koki Long Grain Crysta, HOK-1 Gohan, Maknyuss Pulen Gizi, Anak Raja Fortifikasi, Anak Raja Nusantara, Top Anak Raja, PMS Induk Ayam, Sumo, Rasvit, FS Nutri Rice, Pelikan, Rice Rojolele, Super Kepala Beras Premium 111, 111 Golden Number, Putri Koki, dan Wellfarm Beras Diabet.

Sumber: Kompas.com



iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl

Iklan