Katingan, Mitra24Jam.info -
Keluarga menceritakan sosok Bripda Nopandri Ramadhan, personel Satresnarkoba Polres Katingan yang gugur usai insiden operasi narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah. Diketahui, sebelumnya Bripda Nopandri dilaporkan hilang sejak operasi tersebut.
Namun kemudian ditemukan meninggal dunia di Sungai Katingan pada Sabtu (4/7/2026). Bripda Nopandri yang lahir pada 3 November 2002 merupakan anak kedua dari dua bersaudara. Kakak kandung korban, Santri Sutrisna (39) mengatakan, Bripda Nopandri merupakan pribadi yang telah bercita-cita menjadi anggota Polri sejak masih duduk di bangku SMA.
"Adik, mandiri orangnya, bertanggung jawab, dan humoris juga," ujar Santri kepada awak media di RS Bhayangkara, Minggu (5/7/2026), dilansir dari TribunKalteng.
Menurut Santri, adiknya sempat gagal saat pertama kali mengikuti seleksi anggota Polri. Namun, Bripda Nopandri tidak menyerah dan akhirnya dinyatakan lulus pada percobaan kedua pada 2022.
"Masuk polisi itu 2022, setelah Covid kalau tidak salah," ungkapnya. Santri juga mengungkapkan, Bripda Nopandri selalu mengabari keluarga setiap kali hendak menjalankan tugas.
Termasuk ketika mengikuti operasi penegakan hukum terhadap terduga bandar narkoba yang kemudian merenggut nyawanya.
Sempat Dinyatakan Hilang, Jenazah Ditemukan di Sungai
Bripda Nopandri merupakan salah satu personel Satresnarkoba Polres Katingan yang sempat dilaporkan hilang setelah bentrokan antara aparat dan pihak target operasi narkoba pada Kamis (2/7/2026).
Dalam peristiwa itu, personel Polres Katingan Aiptu (Anumerta) Yudhie Perdana Putra dan seorang anggota target operasi bernama Teriyo (40) meninggal dunia.
Bentrok diduga terjadi karena keluarga target operasi melakukan perlawanan terhadap petugas. Sementara itu, dua target operasi berinisial BIO dan BU melarikan diri.
Setelah dua hari dilakukan pencarian, Bripda Nopandri ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Sabtu (4/7/2026). Jenazahnya ditemukan mengapung dan tersangkut di ranting pohon di Sungai Katingan.
Setelah ditemukan, jenazah Bripda Nopandri langsung dievakuasi dan tiba di RS Bhayangkara Palangka Raya sekitar pukul 20.07 WIB. Keluarga Serahkan Proses Hukum kepada Polisi Kini jenazah Bripda Nopandri telah diberangkatkan menuju rumah duka di Kasongan, Kabupaten Katingan, untuk dimakamkan.
Santri mengatakan, pihak keluarga telah meminta izin agar pemakaman dapat segera dilaksanakan pada Minggu (5/7/2026). "Saya sudah minta izin ke aparat kepolisian agar jenazah dimakamkan pagi ini," kata dia.
Saat ditanya mengenai kondisi jenazah adiknya, Santri mengaku melihat adanya luka yang diduga akibat senjata tajam. Namun, ia menyerahkan sepenuhnya penyelidikan kepada tim forensik dan aparat kepolisian.
Sumber: Kompas.com



